Digital News Latter

Berbicara tentang pondasi cakar ayam merupakan topik yang menarik untuk dibicarakan. Terlebih lagi jika anda adalah seorang kuli yang bekerja dengan sepenuh hati membangun negri ini. Di artikel pertama kami, kami akan mengupas tuntas siapa penemu pondasi cakar ayam ini secara ringkas dan tanpa mengurangi pokok terpentingnya.

Penemu Pondasi Cakar Ayam

Digital News Latter

Dikutip dari laman Wikipedia.com, Penemu pondasi cakar ayam adalah Prof. Dr. (HC). Ir R. M. Sedyatmo atau sediyatmo, sedijatmo. Bapak Sedyatmo ini lahir di Karanganyar, Jawa Tengah pada tanggal 24 Oktober 1909 dan meninggal di Jakarta Pusat pada tanggal 15 Juli 1984 di usia 74 tahun.

Beliau adalah Ilmuwan, praktisi, guru besar Institut Teknologi Bandung dan merupakan salah satu tokoh insinyur sipil di Indonesia yang mendunia. 

Awal Mula Penemuan Pondasi Cakar Ayam

Pada tahun 1961, Prof. Sediyatmo bekerja sebagai Pejabat PLN yang harus membangun 7 menara listrik bertegangan tinggi. Dengan kegigihan dan kerja keras yang dimilikinya, beliau mampu membangun 2 menara yang dibangun dengan sistem pondasi konvesional.

Bagi anda yang asing dengan sistem ini akan kami jelaskan. Metode Cast In Situ atau metode konvensional
Merupakan sistem konstruksi dari suatu bangunan, dalam pengecorannya harus dilakukan di tempat elemen struktur itu berada. 


Artinya jika struktur tersebut berada di rawa-rawa akan sangat sulit untuk melakukan pengecoran. Yang pasti tidak efektif untuk beberapa tahun kedepan. Karena medan rawa yang lembek bisa mengakibatkan terjadinya penyusutan usia. Akibatnya bangunan akan condong bahkan bisa juga roboh.

Kondisi ini bisa terjadi karena kontur tanah lembek yang suatu saat bisa berubah sewaktu-waktu. Anda pahamkan ? Mari kita lanjut.

Setelah membangun 2 buah menara, Prof. Sediyatmo harus membangun lagi 5 menara yang masih tersisa. Karena Metode Konvensional yang sulit. Dan waktu yang dimilikinya tidak banyak, Beliau memutar otak dan Akhirnya menemukan Metode pengecoran yang disebut dengan Metode Cakar Ayam. Pada saat itu perhitungan dimensinya masih kasar. Dengan dimensi 2,5 lebih besar dari dimensi yang digunakan sekarang.

Dengan ditemukannya Metode ini, beliau membangun 5 menara yang tersisa dengan metode cakar ayam tersebut. Yang ternyata bahan bakunya lebih murah dan menghemat waktu.

7 menara listrik ini dibangun untuk penyelenggaraan Asian Games di Senayan, untuk pusat listriknya sendiri berada di Tanjung Periok.

Apa Itu Pondasi Cakar Ayam ?

Pondasi Cakar Ayam merupakan salah satu metode rekayasa teknik pembuatan pondasi bangunan, yang memungkinkan pembangunan struktur di tanah lunak contohnya di rawa-rawa.

Pengaruh Bagi Dunia

Pasalnya sistem pondasi cakar ayam ini telah telah banyak digunakan di berbagai negara dan mendapat pengakuan paten dari 11 negara dibawah ini :

  • Indonesia
  • Belgia
  • Denmark
  • Belanda
  • Inggris
  • Prancis
  • Kanada
  • Amerika Serikat
  • Jerman Timur
  • Jerman Barat
  • Dan mendapat pengakuan paten dari Italia

Sumber

Prof. Sediyatmo memang sangat berpengaruh bagi pembangunan di negri kita tercinta Indonesia ini. Jasa beliau tidak bisa dilupakan begitu saja. Prof. Sediyatmo wafat pada tahun 1984 di usianya yang genap 74 tahun. Beliau mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Kelas 1 dari pemerintah RI.